Manusiatidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri, maka penyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses yang cukup unik. Proses penyesuaian diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu (1) hubungan orangtua-anak (2) iklim intelektual keluarga (3) iklim emosional keluarga.
Pengantar Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada.
I 1. Latar Belakang. Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, yang dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat.
Karakteristikperkembangan usia dewasa sangat berkaitan dengan fase dalam rentang kehidupan individu setelah masa remaja. Dalam mencapai atau menuntaskan tugas-tugas perkembangan usia dewasa, tidak sedikit orang dewasa yang mengalami kegagalan, seperti tidak ada bimbingan untuk memahami dan menguasai tugas-tugas perkembangan,
Seringkalibahwa perubahan sosial yang terjadi di masyarakat merupakan hal yang dilakukan secara tidak sengaja. Namun kali ini, perubahan sosial terjadi apabila dilakukan secara sengaja. Hal ini sebagai contoh dari inovasi dari kendaraan bermotor yang dilakukan oleh produsen sehingga akan lebih nyaman dan efisien penggunaannya daripada sebelumnya.
diridan kemampuan menyesuaikan diri yang berada di kategori tinggi. Kata Kunci: kepercayaan diri, penyesuaian diri transisi dimana terjadi perubahan-perubahan yang sangat menonjol yang dialami oleh remaja yang bersangkutan. Perubahan- mampu menghadapi masalah dan memiliki keyakinan positif . VOLUME 6, NO.2, DESEMBER 2014 : (98-104
Sepertidiungkapkan Cavan: “Perubahan yang paling besar adalah penarikan diri dari anak-anak dari keluarga, meinggalkan bapak dan ibunya sebagai unit keluarga”. Penyesuaian terhadap perubahan biasanya lebih sulit bagi wanita daripada pria karena kehidupan wanita berpusat pada rumah dan anggota keluarga selama tahun-tahun usia dewasa kini.
AugustComte melihat bahwa segala perubahan sosial yang terjadi merupakan suatu proses yang linear, artinya semua proses yang terjadi melalui perkembangan yang sama, yaitu perkembangan tahap awal sampai tahap akhir. Merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan yang sedang terjadi. d. Tidak meninggalkan unsur-unsur budaya yang
MAKALAH"KONSEP DIRI". PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Disusun Oleh: Kelompok 3. Ariny Rizka (11140182000054) Elis Nurleli (11140182000056) Imelda Julia (11140182000058) Linda Ayu Novitasari (11140182000050) JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN. FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN.
Proseslain adalah proses belajar unsur-unsur kebudayaan asing oleh warga suatu masyarakat, yaitu proses akulturasi (acculturation) dan asimilasi (assimilation). Jenis Konflik Sosial Secara Lengkap Akhirnya ada proses pemabaharuan atau inovasi (innovation), yang berhubungan erat dengan penemuan baru (discovery dan invention).
FHOb. Perubahan Sosial di Masyarakat 17 1. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat akan mengalami perubahan, baik yang terjadi secara lambat maupun secara cepat. 2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga- lembaga sosial lainnya. Lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen sehingga sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. 3. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru. 4. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan dan timbal balik yang sangat kuat. Berdasarkan beberapa hal tersebut, proses-proses perubahan sosial yang menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan, saluran-saluran perubahan, disorganisasi, dan reorganisasi adalah sebagai berikut. 1. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat social equilibrium merupakan keadaan yang diinginkan setiap masyarakat. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan ketika lembaga- lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Dalam keadaan demikian, individu secara psikologis merasakan akan adanya ketenteraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. Setiap kali terjadi gangguan terhadap kehidupan, masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Akan tetapi, kadang unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. Jika masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan, pengaruhnya tetap ada, tetapi sifatnya dangkal dan terbatas pada bentuk luarnya. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar. Referensi Sosiologi Matrilineal yakni garis keturunan ke atas yang ditarik pada penghubung wanita melalui ibu garis keturunan ibu. Sumber Sosiologi Suatu Pangantar, 1993 Gambar Bulog Bulog merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan dalam bidang ekonomi. Sumber Tempo, 1 Februari 2004 Di unduh dari 18 Sosiologi Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi norma-norma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan, keadaan tersebut dinamakan penyesuaian adjustment. Jika sebaliknya yang terjadi, dinamakan ketidakpenyesuaian sosial maladjustment yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembaga- lembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. Misalnya, dalam tradisi di Minangkabau, wanita mempunyai kedudukan penting karena garis keturunan yang matrilineal, terlihat adanya suatu kecenderungan hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat. Hubungan antara anak-anak dan ayahnya yang semula dianggap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak karena ayah dianggap sebagai orang luar, cenderung bergeser. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. Jika seorang individu tidak ingin mengalami tekanan-tekanan psikologis, harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. 2. Saluran-Saluran Perubahan Sosial